Selasa, 08 Februari 2011

artikel bidang rekayasa

Studi tentang hakekat fungsi dan peranan optika/ optoelektronika/ fotonika dalam perkembangan ilmu dan teknologi merupakan kegiatan pokok dalam bidang minat ini. Studi tentang cahaya sudah dimulai sejak kurun waktu yang lama dan sampai saat ini telah banyak misteri hakekat yang terungkap sehingga banyak diterapkan dalam berbagai bidang teknologi, misalnya sistem komunikasi dengan media serat optik, yang memberikan karakteristik loss dan kapasitas transmisi yang jauh lebih baik dibanding dengan menggunakan kabel biasa.
Perkembangan yang pesat dalam bidang instrumentasi, sistem transmisi informasi, kedokteran, industri dan sebagainya, yang memperlihatkan peranan rekayasa optika yang makin menonjol memerlukan lebih banyak perhatian. Perkembangan tersebut tentunya tidak lepas dari penemuan laser pada dekade 60-an yang merupakan awal revolusi dalam dunia optika.
Pengembangan teknologi laser baik pada aspek rancang bangun, karakteristik dan penerapannya juga merupakan bagian kegiatan dalam bidang minat optika dan laser.
Sarana untuk mengembangkan bidang minat ini disediakan Laboratorium Rekayasa Fotonika.
Kepala Laboratorium : Ir. Heru Setijono, MSc

artikel kesehatan dan kedokteran


NUKLIR DI BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Abad 20 ditandai  dengan perkembangan yang menakjubkan di  bidang  ilmu dan  teknologi,  termasuk disiplin  ilmu dan  teknologi  kedokteran serta kesehatan.  Terobosan penting   dalam  bidang   ilmu   dan   teknologi   ini  memberikan   sumbangan   yang   sangat berharga dalam diagnosis dan  terapi  berbagai  penyakit   termasuk penyakit  – penyakit yang   menjadi   lebih   penting   secara   epidemilogis   sebagai   konsekuensi   logis   dari pembangunan   di   segala   bidang   yang   telah   meningkatkan   kondisi   sosial   ekonomi masyarakat.
Penggunaan    isotop  radioaktif  dalam kedokteran  telah dimulai  pada  tahun 1901 oleh Henri DANLOS yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tuberculosis pada kulit.  Namun yang dianggap Bapak  Ilmu Kedokteran Nuklir  adalah George C.  De HEVESSY,   dialah   yang  meletakan   dasra   prinsip   perunut   dengan  menggunakan   zat radioaktif.  Waktu  itu dia menggunakan  rasioisotop alam Pb212..  Dengan ditemukannya radioisotop buatan maka radioisotop alam tidak lagi digunakan. Radioisotop   buatan   yang   banyak   dipakai   pada   masa   awal   perkembangan  kedokteran nuklir  adalah  I131.  Akan  tetapi  pemakaiannya kini   telah  terdesak oleh Tc  99m selain karena sifatnya yang  ideal  dari  segi  proteksi  dan pembentukan citra  juga dapat diperoleh dengan mudah serta relatif murah harganya. Namun demikian  I131 masih sangat diperlukan untuk diagnostik dan terapi, khususnya kanker kelenjar tiroid.
Perkembangan  ilmu kedokteran nuklir  yang sangat  pesat   tersebut  dimungkinkan berkat   dukungan   dari   perkembangan   teknologi   instrumentasi   untuk   pembuatan   citra terutama   dengan   digunakannya   komputer   untuk   pengolahan   data   sehingga   sistem instrumentasi  yang dahulu hanya menggunakan detektor   radiasi  biasa dengan  sistem elektronik   yang  sederhana,   kini   telah berkembang menjadi  peralatan  canggih  kamera gamma dan kamera positron yang dapat menampilkan citra alat tubuh, baik dua dimensi maupun tiga dimensi serta statik maupun dinamik. Dewasa   ini,   aplikasi   tenaga   nuklir   dalam  bidang   kesehatan   telah  memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam menegakkan diagnosis maupun terapi berbagai jenis   penyakit.   Berbagai   disiplin   ilmu   kedokteran   seperti   ilmu   penyakit   dalam,   ilmu penyakit  syaraf,   ilmu penyakit   jantung,  dan sebagainya  telah mengambil  manfaat  dari teknik nuklir ini. KEDOKTERAN NUKLIR Ilmu  kedokteran nulkir  adalah  cabang  ilmu  kedokteran   yang   menggunakan   sumber   radiasi  terbuka   berasal   dari   disintegrasi   inti   radionuklida  buatan,   untuk   mempelajari   perubahan   fisiologi,  anatomi  dan biokimia,  sehingga dapat  digunakan  untuk   tujan   diagnostik,   terapi   dan   penelitian  kedokteran. Pada   kedokteran   nuklir,   radioisitop   dapat  dimasukkan ke dalam tubuh pasien  (study in-vivo) maupun   hanya   direaksikan   saja   dengan   bahan  biologis   antara  lain  darah,   cairan  lambung,   urine dan   sebagainya,   yang   diambil   dari   tubuh   pasien yang   lebih   dikenal  sebagai   study   in-vitro   (dalam gelas percobaan).
Pada study in-vivo, setelah radioisotop dapat dimasukkan ke dalam  tubuh pasien melalui  mulut  atau   suntikan   atau   dihirup   lewat   hidung   dan sebagainya maka  informasi  yang dapat  diperoleh  dari pasien dapat berupa : 
1 Citra   atau   gambar   dari   organ  atau   bagian tubuh   pasien   yang   dapt   diperoleh   dengan bantuan   peralatan   yang   disebut   kamera gamma   ataupun   kamera   positron   (teknik imaging).
2 Kurva-kurva   kinetika   radioisotop   dalam organ atau bagian tubuh tertentu dan angka-angka   yang   menggambarkan   akumulasi radioisotop dalam organ atau bagian  tubuh tertentu disamping  citra atau gambar   yang diperoleh dengan kamera positron.
3 Radioaktivitas   yang  terdapat   dalam  contoh bahan   biologis   (darah,   urine,dsb)   yang diambil  dari   tubuh pasien,  dicacah dengan instrumen yang dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik non-imaging). Data yang diperoleh baik dengan teknik imaging maupun non-imaging memberikan informasi mengenai fungsi organ yang diperiksa. Pencitraan (imaging) pada kedokteran nuklir dalam beberap hasl berbeda dengan pencitran dalam radiologi. (tabel 1) Pada   studi   in-vitro,   dari   tubuh  pasien  diambil   sejumlah  tertentu   bahan   biologis  misalnya 1 ml  darah.  Cuplikan bahan biologis  tersebut  kemudian direaksikan dengan suatu  zat   yang  telah ditandai   dengan  radioisotop.  Pemeriksaannya dilakukan dengan bantuan detektor radiasi gamma yang dirangkai dengan suatu sisteminstrumentasi. Studi semacam ini biasanya dilakukan untuk mengetahui kandungan hormon – hormon tertentu dalam darah pasien seperti insulin, tiroksin dan lain-lain. Pemeriksaan   kedokteran   nuklir   banyak  membantu   dalam menunjang   diagnosis berbagai  penyakit  seperti  penyakt   jantung koroner,  penyakit  kelenjar gondok,  gangguan fungsi  ginjal,  menentukan  tahapan penyakit  kanker dengan mendeteksi  penyebarannya pada   tulang,   mendeteksi   pendarahan   pada   saluran   pencernaan   makanan   dan menentukan   lokasinya,   serta  masih   banyak   lagi   yang   dapat   diperoleh   dari   diagnosis dengan penerapan teknologi nuklir yang pada saat ini sangat berkembang pesat. Di  samping membantu penetapan diagnosis,  kedokteran nuklir   juga berperanan dalam  terapi  penyakit  – penyakit   tertentu,  misalnya kanker kelenjar gondok,  hiperfungsi kelenjar   gondok   yang  membandel   terhadap   pemberian   obat      obatan   non   radiasi, keganasan sel darah merah, inflamasi (peradangan) sendi yang sulit dikendalikan dengan menggunakan   terapi   obat-obatan   biasa.   Bila   untuk   keperluan   diagnosis,   radioisotop diberikan dalam dosis yang sangat kecil, maka dalm terapi radioisotop sengaja diberikan dalam dosis yang besar   terutama dalam pengobatan  terhadap  jaringan kanker  dengan tujuan untuk melenyapkan sel-sel yang menyusun jaringan kanker itu. Di   Indonesia,  kedokteran nuklir  diperkenalkan pada akhir  1960-an,  yaitu setelah reaktor   atom  Indonesia  yang  pertama   kali  mulai   dioperasikan   di  Bandung.  Beberapa tenaga ahli   Indonesia dibantu oleh  tenaga ahli  dari   luar negeri  merintis pendirian suatu unit kedokteran nuklir di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknik Nuklir di Bandung.
Unit   ini  merupakan   cikal   bakal  Unit  Kedokteran  Nuklir  RSU Hasan  Sadikin,  Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.  Menyusul  kemudian unit-unit  berikutnya di  Jakarta (RSCM, RS Pusat Pertamina, RS Gatot Subroto) dan di Surabaya (RS Soetomo). Pada tahun1980-an didirikan unit-unit kedokteran nuklir berikutnya di RS Sardjito (Yogyakarta), RS Kariadi (Semarang), RS jantung Harapan Kita (Jakarta) dan RS Fatmawati (Jakarta).
Dewasa ini di Indonesia terdapat 15 rumah sakit yang melakukan pelayanan kedokteran nuklir  dengan menggunakan kamera gamma,  disamping masih  terdapat  2 buah  rumah sakit   lagi   yang hanya mengoperasikan alat  penatah ginjal  yang  lebih dikenal  dengan nama Renograf.
PEMANFAATAN TEKNIK NUKLIR DI LUAR KEDOKTERAN NUKLIR
Di luar kedokteran nuklir, teknik nuklir masih banyak memberikan sumbangan yang besar bagi kedokteran serta kesehatan, yaitu misalnya :
1. TEKNIK PENGAKTIVAN NEUTRON
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama   untuk   unsur-unsur   yang   terdapat   dalam  tubuh   dengan   jumlah   yang sangat  kecil   (Co,  Cr,  F,  Fe,  Mn,  Se,  Si,  V,  Zn,  dsb)  sehingga sulit  ditentukan dengan metoda konvensional.  Kelebihan  teknik  ini   terletak pada siftanya yang tidak merusak dan kepekaannya yang sangat tinggi. Disini contoh bahan biologik yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron
2.  PENENTUAN KERAPATAN TULANG DENGAN BONE DENSITOMETER
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang   diserap   oleh   tulang   yang   diperiksa  maka   dapat   ditentukan   konsentrasi mineral   kalsium   dalam   tulang.   Perhitungan   dilakukan   oleh   komputer   yang dipasang pada alat  kekeroposan  tulang  (osteoporosis)  yang sering menyerang wanita pada usia menupause  (mati  haid)  sehingga menyebabkan tulang mudah patah.
3.  THREE DIMENSIONAL CONFORMAL RADIOTHERAPY (3D-CRT)
Terapi   dengan   menggunakan   sumber   radiasi   tertutup   atau   pesawat pembangkit   radiasi   telah   lama   dikenal   untuk   pengobatan   penyakit   kanker. Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade   ini   telah  membawa   perkembangan   pesat   dalam  teknologi   radioterapi. Dengan   menggunakan   pesawat   pemercepat   partikel   generasi   terakhir   telah dimungkinkan   untuk  melakukan   radioterapi   kanker   dengan   presisi   dan   tingkat keselamatan   yang   tinggi   yang   akan   dikenai   radiasi,   memformulasikan   serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target.

artikel bidang pertahanan dan keamanan.


NFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM
Informasi adalah salah satu asset penting yang sangat berharga bagi  kelangsungan hidup suatu organisasi atau bisnis, pertahanan  keamanan dan keutuhan negara, kepercayaan publik atau konsumen,
sehingga harus dijaga ketersediaan, ketepatan dan keutuhan informasinya. Informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video. Tersimpan dalam komputer atau media penyimpanan external lain (seperti: harddisk, flashdisk, CD, DVD, dan lain-lain), tercetak / tertulis dalam media kertas atau media bentuk lainnya. Manajemen pengelolaan informasi  menjadi penting ketika terkait dengan kredibilitas dan kelangsungan hidup orang banyak. Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi (TI), media pemberitaan, transportasi, perbankan hingga industri lainnya yang sedikit sekali bersentuhan dengan teknologi informasi, seperti:  perusahaan penyedia makanan, penginapan, pertanian, peternakan dan lain-lain. Ketika perusahaan  menempatkan informasi sebagai
infrastruktur kritikal (penting), maka pengelolaan keamanan informasi yang dimiliki menjadi  prioritas utama demi kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. 
Kata Kunci: Information Security, ISMS, ISO
Keamanan data secara tidak langsung dapat memastikan kontinuitas bisnis, mengurangi resiko, mengoptimalkan return on investment dan mencari kesempatan bisnis. Semakin banyak informasi perusahaan yang disimpan, dikelola dan di-sharing maka semakin besar pula resiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau ter-ekspos-nya data ke pihak eksternal yang tidak diinginkan. 
Bersikap ”over protektif” terhadap informasi yang dimiliki, mungkin
dapat membuat kita lelah dengan terus menerus mengawasinya,
merasa was-was bila sebentar saja  meninggalkannya. Para pekerja,
mitra usaha juga pelanggan, menjadi tidak nyaman karena merasa
tidak dipercaya. Membuka secara  luas akses terhadap informasi
penting dan rahasia, mungkin bukan hal yang bijaksana. Faktor-faktor
tersebut dapat membuat pemilik  informasi bingung harus bersikap
bagaimana.
Sistem pengelolaan keamanan informasi dalam hal ini, menjadi
penting untuk dipahami, diupayakan atau dicoba untuk
diimplementasikan agar informasi dapat dikelola dengan benar,
sehingga perusahaan atau instansi  dapat lebih fokus mencapai visi
yang sudah ditetapkan, atau  melakukan hal-hal lain untuk
perkembangan usaha, atau lebih fokus dalam memberikan layanan
terbaik bagi pelanggan (masyarakat).
Teknologi bukanlah satu-satunya aspek yang harus kita perhatikan
ketika mempertimbangkan serta memikirkan bagaimana cara yang
paling baik untuk memastikan bahwa data dan informasi perusahaan
tidak diakses oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak. Proses dan
manusia adalah dua aspek yang tidak kalah pentingnya.

artikel tentang transportasi


a. Teknologi transportasi masa lalu dan masa kini
Secara garis besar alat transportasi dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu transportasi darat, air dan udara.
1) Transportasi darat
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi yang masih sederhana. Sebelum ditemukan mesin, alat transportasi seperti pedati, delman, dan kuda merupakan alat transportasi andalan. Teknologi transportasi tersebut masih menggunakan tenaga hewan dan manusia. Kemampuan jelajahnya juga masih sangat terbatas dan memerlukan waktu yang lama. Sekarang orang masih menggunakan alat transportasi tersebut namun tidak menjadi alat utama. Seringkali kuda dan delman digunakan sebagai sarana rekreasi saja.

Sejak ditemukan mesin uap, berkembang pula kendaraan bermesin lainnya. Alat transportasi bermesin seperti sepeda motor, mobil, kereta api merupakan alat transportasi yang modern. Dengan alat transportasi tersebut, jarak jauh dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
2) Transportasi air
Masyarakat pada masa lalu menggunakan alat transportasi air seperti perahu dayung, rakit, dan perahu layar. Perahu dayung dan rakit digerakkan oleh kekuatan tenaga manusia. Sedangkan perahu layar digerakkan oleh tenaga angin dan tenaga manusia. Seiring dengan ditemukannya mesin bermotor, masyarakat kini menggunakan perahu bermotor dan kapal sebagai alat transportasi air. Kapal-kapal modern dapat mengangkut barang berton-ton serta dapat menempuh jarak yang sangat jauh. Bahkan kini sebuah kapal besar dapat digunakan sebagai landasan pesawat tempur. Kapal ini dinamakan kapal induk.

3) Transportasi udara
Kamu tentu pernah melihat pesawat terbang, baik secara langsung maupun lewat televisi. Pesawat terbang merupakan angkutan udara yang sangat canggih. Perjalanan pesawat terbang lebih cepat dibandingkan dengan angkutan darat atau angkutan laut. Sekarang terdapat berbagai jenis alat angkutan udara antara lain helikopter, pesawat tempur serta pesawat penumpang. Bahkan kini manusia dapat menjelajah luar angkasa dengan menggunakan pesawat luar angkasa. C. Kelebihan dan Kekurangan Teknologi

Kita telah mengetahui berbagai jenis teknologi baik di masa lalu maupun di masa kini. Setelah mengetahuinya kamu tentu dapat membandingkan teknologi masa lalu dengan teknologi masa kini. Teknologi masa lalu maupun masa kini memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada penjelasan di atas yang banyak nampak adalah kelemahan teknologi masa lalu dan kelebihan teknologi masa kini. Misalnya teknologi masa lalu lebih lambat sedangkan teknologi masa kini lebih cepat. Namun sebenarnya teknologi masa lalu juga memiliki kelebihan. Sebaliknya teknologi masa kini juga memiliki kelemahan. Pada umumnya teknologi masa lalu masih menggunakan tenaga manual yakni hewan, angin ataupun manusia. Selain itu prosesnya juga lama atau lambat. Namun di sisi lain teknologi masa lalu memiliki kelebihan yakni hampir semua bebas polusi. Baik polusi udara, polusi suara maupun polusi lainnya. Sedangkan teknologi masa kini memiliki kelebihan prosesnya cepat. Namun di sisi lain memiliki kelemahan yakni menimbulkan polusi. Seperti polusi udara, tanah, air dan suara. Polusi udara menyebabkan napas menjadi sesak.
Teknologi masa kini khususnya teknologi transportasi juga rawan menimbulkan kecelakaan. Di negara kita ratusan orang meninggal tiap tahun karena kecelakaan lalu lintas. Baik di darat, laut maupun udara. Hal ini banyak disebabkan oleh faktor manusia yang lalai dan ceroboh. Kelemahan teknologi masa kini menjadi koreksi kita bersama. Sekarang kita menghadapi masalah justru karena kecanggihan teknologi. Pencemaran air, tanah, udara, dan suara terjadi di mana-mana. Untuk kalian yang tinggal di kota besar tentu sudah merasakan bisingnya suara
kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, pesawat terbang dan hawa yang begitu panas.
Untuk itu saat ini masyarakat banyak dihimbau agar menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Bahkan di Jakarta dilarang menggunakan mobil yang isinya kurang dari 3 orang. Hal ini selain menghindari kemacetan juga mengurangi polusi udara dan suara. Marilah kita pilih teknologi yang ramah lingkungan!
 Seiring perkembangannya, pada akhir abad ke-18 para ilmuwan berhasil menciptakan kendaraan bermesin pertama. Penemuan ini menandai awal perubahan transportasi yang berlanjut sampai sekarang. Kini, untuk menempuh jarak yang jauh sekalipun bukan masalah. Teknologi transportasi yang berkembang telah membantu dalam memindahkan orang dan barang dengan waktu yang cepat dan mudah. Alat transportasi di Indonesia berdasarkan jenisnya, dibedakan menjadi sebagai berikut.
1. Transportasi Darat
Transportasi darat adalah sarana pengangkutan yang menghubungkan dua tempat yang berjauhan melalui darat. Pada masa lalu alat transportasi darat misalnya kuda, keledai, gajah, dan kerbau. Untuk masa sekarang alat transportasi darat dibagi menjadi dua. Ada transportasi yang tidak menggunakan tenaga mesin. Misalnya becak, pedati, dokar, bendi, dan sepeda. ada pula yang menggunakan tenaga mesin. Misalnya sepeda motor, bis, mobil, dan kereta. Transportasi darat harus didukung sarana yang baik. Sarana pendukungnya antara lain sebagai berikut.
a. Jalan merupakan sarana penghubung dari satu kota ke kota yang lain. Oleh karena jumlah kendaraan dan pengguna jalan semakin banyak, jalanan juga semakin macet. Akhirnya pemerintah membangun jalan tol dan jembatan layang di kotakota besar. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan.
b. Terminal merupakan tempat pemberhentian bis yang terdapat di kota-kota dati II.
c. Stasiun merupakan tempat pemberhentian kereta api. Pemerintah juga membangun prasarana seperti rel, palang pintu kereta api, dan lain-lain. Kereta api adalah angkutan darat paling murah yang banyak diminati masyarakat.
2. Transportasi Udara
Di Indonesia, sarana transportasi udara mengalami kemajuan pesat. Setiap ibu kota provinsi sudah memiliki bandar udara. Bahkan beberapa kota terpencil sudah ada yang memiliki bandar udara. Penerbangan sudah menjangkau daerah-daerah terpencil. Penerbangan ini disebut penerbangan perintis. Perhubungan udara sudah digunakan sejak ditemukannya balon gas. Pada waktu itu, balon gas hanya mampu mengangkut tiga sampai empat orang. Kelemahannya waktu tempuh perjalanannya lambat. Seiring perkembangan teknologi, manusia menciptakan alat transportasi modern yang lebih cepat. Releigh dan Wright bersaudara, seorang ahli dari Amerika mengawali kemajuan teknologi transportasi udara. Mereka berhasil membuat kapal terbang sederhana. Kemajuan ini diikuti para ahli yang lain. Kini masyarakat dapat memanfaatkan alat transportasi udara yang lebih cepat.
Transportasi udara meliputi angkutan udara sipil dan angkutan militer. Angkutan udara militer digunakan untuk kepentingan pertahanan negara, misalnya pesawat tempur. Adapun angkutan sipil digunakan untuk angkutan penumpang dan barang, misalnya mengangkut jamaah haji. Angkutan udara di negara kita dikelola oleh pemerintah yaitu PT Angkasa Pura,selain itu juga dikelola oleh pihak swasta.
3. Transportasi Laut
Alat transportasi laut pada masa lalu masih menggunakan rakit, perahu dayung, dan perahu layar. Seiring kemajuan teknologi, kini angkutan laut mampu menjangkau pulaupulau dan lautan yang luas. Alat transportasi laut sekarang berupa kapal, baik berukuran kecil maupun besar. Kapal laut menurut kegunaannya dapat dibedakan menjadi kapal khusus angkutan barang dan kapal angkutan penumpang.
a. Kapal Angkutan Penumpang
Contoh kapal angkutan penumpang adalah feri, yaitu kapal penyeberangan selat. Selain itu, speedboad dan kapal pesiar.
b. Kapal Angkutan Barang
Contohnya kapal kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang-barang kiriman atau dagangan, baik dalam negeri (antarpulau) dan ke luar negeri. Contoh lain adalah kapal tanker yaitu kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dan gas. Perusahaan yang mengelola transportasi laut, antara lain PT Pelni, PT Jakarta Lloyd, PT Gesuri Lloyd, dan lain-lain. Untuk mengangkut prasarana angkutan laut, pemerintah membangun dan memperbaiki pelabuhan-pelabuhan.

artikel industri dan manufaktur


Pembuatan Sistem Informasi Produksi 
Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa 


Pengolahan data produksi adalah salah satu faktor yang memiliki peran sangat
penting dalam membangun dan mengembangkan sistem informasi produksi. Selain itu,
pengolahan data produksi juga menjadi hal yang sangat menentukan dalam
pembuatan berbagai bentuk laporan produksi, yang pada akhirnya akan menjadi
ukuran untuk menilai proses produksi yang terjadi di suatu industri manufaktur dan
jasa. Pengolahan data pasien yang dilakukan secara manual merupakan suatu hal
yang kurang efisien dan efektif, selain itu juga tidak mampu menjamin akurasi
penghitungan, pengontrolan proses produksi yang berlangsung, rekapitulasi dan
sistem laporan yang dihasilkan.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat memungkinkan untuk
melakukan pembuatan sistem informasi berbasis komputer, sehingga dapat
memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis di bidang industri manufaktur dan jasa
dalam mengelola data produksi. Perangkat  lunak dalam penelitian ini dikembangkan
dengan Visual Basic 6.0 dan sistem manajemen basis data Microsoft SQL Server
2000.
Uji coba perangkat lunak yang telah dilakukan diketahui bahwa program ini
dapat dengan mudah dioperasikan, mempunyai alur kerja yang cukup jelas,
menyediakan berbagai fasilitas yang sangat membantu pekerjaan user dalam
melakukan kontrol produksi. Peningkatan proses produksi yang terjadi mencapai 60%.
Selain itu, sistem informasi produksi ini juga dapat berfungsi sebagai masukan bagi
manajemen perusahaan untuk proses pengambilan keputusan.
Pendahuluan

Organisasi industri merupakan salah satu mata rantai dari sistem
perekonomian, karena ia memproduksi dan  mendistribusikan produk (barang atau
jasa). Produksi merupakan fungsi pokok dalam setiap organisasi, yang mencakup
aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah produk yang
merupakan output dari setiap organisasi industri itu.
Produksi adalah bidang yang terus berkembang selaras dengan perkembangan
teknologi, di mana produksi memiliki suatu jalinan hubungan timbal-balik (dua arah)
yang sangat erat dengan teknologi. Produksi dan teknologi saling membutuhkan.
Kebutuhan produksi untuk beroperasi dengan biaya yang lebih rendah, meningkatkan
kualitas dan produktivitas, dan menciptakan produk baru telah menjadi kekuatan yang mendorong teknologi untuk melakukan berbagai terobosan dan penemuan baru.
Produksi dalam sebuah organisasi pabrik merupakan inti yang paling dalam, spesifik
serta berbeda dengan bidang fungsional lain seperti keuangan, personalia, dll.
Sistem produksi merupakan sistem integral yang mempunyai komponen
struktural dan fungsional. Dalam sistem produksi modern terjadi suatu proses
transformasi nilai tambah yang mengubah input menjadi output yang dapat dijual
dengan harga kompetitif di pasar.
Proses transformasi nilai tambah dari  input menjadi output dalam sistem
produksi modern selalu melibatkan komponen struktural dan fungsional. Sistem
produksi memiliki beberapa karakteristik berikut:
1.  Mempunyai komponen-komponen atau elemen-elemen yang saling berkaitan
satu sama lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Hal ini berkaitan
dengan komponen struktural yang membangun sistem produksi itu.
2.  Mempunyai tujuan yang mendasari keberadaannya, yaitu menghasilkan produk
(barang atau jasa) berkualitas yang dapat dijual dengan harga kompetitif di
pasar.
3.  Mempunyai aktivitas berupa proses transformasi nilai tambah input menjadi
output secara efektif dan efisien.
4.  Mempunyai mekanisme yang mengendalikan pengoperasiannya, berupa
optimalisasi pengalokasian sumber-sumber daya.

Sistem produksi memiliki komponen atau elemen struktural dan fungsional yang
berperan penting dalam menunjang kontinuitas operasional sistem produksi itu.
Komponen atau elemen struktural yang membentuk sistem produksi terdiri dari: bahan
(material), mesin dan peralatan, tenaga kerja, modal, energi, informasi, tanah, dan lain-
lain. Sedangkan komponen atau elemen fungsional terdiri dari: supervisi, perencanaan,
pengendalian, koordinasi, dan kepemimpinan, yang kesemuanya berkaitan dengan
manajemen dan organisasi. Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan,
sehingga aspek-aspek lingkungan, seperti perkembangan teknologi, sosial dan
ekonomi, serta kebijakan pemerintah akan sangat mempengaruhi keberadaan system
Sistem Informasi Produksi Berbasis Komputer

Salah satu sumber daya yang tersedia bagi seorang manager adalah informasi,
dimana informasi ini dapat dikelola seperti sumber daya yang lain yang membentuk
suatu sistem informasi sesuai dengan konsep dasar informasi. Agar suatu sistem
dapat dikenal dengan baik, maka sistem tersebut harus dipelajari. Sistem didefinisikan
sebagai kumpulan dari beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan
tertentu. Suatu sistem mempunyai susunan dasar, antara lain: input, output,
transformasi, mekanisme pengendalian, dan tujuan.
Sistem adalah suatu kelompok elemen yang berinteraksi atau saling tergantung
secara teratur yang membentuk satu kesatuan menuju pencapaian suatu tujuan.
(APICS, 1998; Nauhria and Prakash, 1995)
Setiap sistem harus memiliki paling sedikit tujuh elemen yang saling bekerja
sama agar mencapai tujuan dari sistem itu. Ketujuh elemen dari sistem itu adalah: (1)
tujuan (objectives), (2) pelanggan (customers), (3) output, (4) proses, (5) input, (6)
pemasok (supplier), dan (7) pengukuran (measurements). Keterkaitan ketujuh elemen
sistem ini Berdasarkan konsep umum tentang sistem pada Gambar 2, maka dapat
dibangun suatu sistem manufaktur dan manajemen sistem manufaktur. Manajemen
sistem manufaktur terdiri dari dua konsep, yaitu: (1) konsep manajemen, dan (2)
konsep sistem manufaktur. Suatu sistem manufaktur mengkonversi input yang berasal
dari pemasok menjadi output untuk digunakan oleh pelanggan, sedangkan manajemen
sistem manufaktur memproses informasi yang berasal dari sistem manufaktur,
pelanggan, dan lingkungan melalui proses manajemen untuk menjadi keputusan atau
tindakan manajemen guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari sistem
manufaktur itu.
Sistem manufaktur yang efektif dan efisien membutuhkan integrasi dari banyak
subsistem yang mempengaruhi dan mengendalikan proses manufaktur, guna
memberikan kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Berdasarkan
kenyataan diatas, maka perusahaan-perusahaan manufaktur yang akan mendominasi
pasar di abad 21 adalah perusahaan yang memiliki dedikasi total kepada pelanggan
untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi mereka.
Agar industri manufaktur menjadi kompetitif dalam pasar global yang dinamik,
maka industri itu membutuhkan sistem informasi terintegrasi yang mampu memberikan
informasi secara komprehensif kepada manajemen untuk membuat keputusan-
keputusan manajerial secara akurat. Dengan demikian melalui sistem informasi
terintegrasi yang akurat dan proses manajemen manufaktur yang efektif, akan
menghasilkan keputusan manajemen yang tepat untuk peningkatan terus-menerus dari
sistem manufaktur itu. Dengan kata lain sistem informasi terintegrasi akan memberikan
suatu keunggulan kompetitif bagi sistem manufaktur.